Rabu, 24 Oktober 2012

Data Flow Diagram (DFD)


BAB 2
2.2 Data Flow Diagram (DFD)

pengertian dari Data Flow Diagram
Data Flow Diagram (DFD) adalah representasi grafik dari sebuah system. DFD menggambarkan komponen-komponen sebuah sistem, aliran-aliran data di mana komponen-komponen tersebut, dan asal, tujuan, dan penyimpanan dari data tersebut sesuai dengan aturan mainnya.

Sebutkan dan jelaskan simbol – simbol pada DFD


Berikut ini adalah contoh DFD untuk pengisian KRS :



Keterangan:
Mahasiswa memberikan tanda bukti pembayaran uang kuliah (blanko) dan Formulir Rencana Studi (FRS). Penasehat Akademik (PA) memeriksa blanko dan FRS mahasiswa, kemudian diserahkan kembali kepada mahasiswa. Mahasiswa mengisi KRS pada Unit pengelola Teknis (UPT) Komputer dengan membawa FRS yang telah di periksa. Lalu KRS dicetak. BAAK menyimpan duplikat KRS dan menyerahkan duplikat KRS yang satu kepada PA dan KRS asli pada Mahasiswa.


yang dimaksud dengan Black Hole

Proses ini mempunyai input tetapi tidak menghasilkan output. Mengapa kesalahan ini disebut dengan black hole (lubang hitam), karena data masuk ke dalam proses dan lenyap tidak berbekas seperti dimasukkan ke dalam lubang hitam

a. Konsep arus data Menyebar
Konsep arus data Menyebar (Diverging Data Flow) Alur data menyebar menunjukkan sejumlah tembusan paket data yang berasal dari sumber yang sama menuju ke tujuan yang berbeda, atau paket data yang kompleks dibagi menjadi beberapa elemen data yang dikirim ke tujuan yang berbeda, atau alur data ini membawa paket data yang memiliki nilai yang berbeda yang akan dikirim ke tujuan yang berbeda.

b. Konsep sumber dan tujuan data
Konsep Sumber atau Tujuan Alur Data, semua alur data harus minimal mengandung satu proses. Maksud kalimat ini adalah : Suatu alur data dihasilkan dari suatu proses dan menuju kesuatu data store dan/atau terminator. Suatu alur data dihasilkan dari suatu data store dan/atauterminator dan menuju ke suatu proses. Suatu alur data dihasilkan dari suatu proses dan menuju kesuatu proses.

c.tahap pembuatan DFD

a. Identifikasi terlebih dahulu semua entitas luar yang terlibat dalam sistem.
b. Identifikasi semua input dan output yang terlibat dengan entitas luar.
c. Buat Diagram Konteks (diagram context). Diagram ini adalah diagram level tertinggi dari
DFD yang menggambarkan hubungan sistem dengan lingkungan luarnya. Caranya :
1. Tentukan nama sistemnya.
2. Tentukan batasan sistemnya.
3. Tentukan terminator apa saja yang ada dalam sistem.
4. Tentukan apa yang diterima/diberikan terminator dari/ke sistem.
5. Gambarkan diagram konteks.

d. Buat Diagram Konteks (Global), adalah data flow diagram tingkat atas (DFD Top Level), yaitu diagram yang paling tidak detail, dari sebuah sistem informasi yang menggambarkan aliran-aliran data ke dalam dan ke luar sistem dan ke dalam dan ke luar entitas-entitas eksternal. (Diagram Konteks menggambarkan sistem dalam satu lingkaran dan hubungan dengan entitas luar. Lingkaran tersebut menggambarkan keseluruhan proses dalam sistem). Beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :
1. Terminologi sistem
- Batas Sistem adalah batas antara “daerah kepentingan sistem”.
- Lingkungan Sistem adalah segala sesuatu yang berhubungan atau mempengaruhi sistem tersebut.
- Interface adalah aliran yang menghubungkan sebuah sistem dengan linkungan sistem tersebut.
- Menggunakan satu simbol proses, yang masuk didalam lingkaran konteks (simbol proses) adalah kegiatan pemrosesan informasi (Batas Sistem). Kegiatan informasi adalah mengambil data dari file, mentransformasikan data, atau melakukan filing data, misalnya mempersiapkan dokumen, memasukkan, memeriksa, mengklasifikasi, mengatur, menyortir, menghitung, meringkas data, dan melakukan filing data (baik yang melakukan secara manual maupun yang dilakukan secara terotomasi).

2. Nama/keterangan di simbol proses tersebut sesuai dengan fungsi sistem tersebut Antara Entitas Eksternal/Terminator tidak diperbolehkan komunikasi langsung Jika terdapat termintor yang mempunyai banyak masukan dan keluaran, diperbolehkan untuk digambarkan lebih dari satu sehingga mencegah penggambaran yang terlalu rumit, dengan memberikan tanda asterik ( * ) atau garis silang ( # ). Jika Terminator mewakili individu (personil) sebaiknya diwakili oleh peran yang dipermainkan personil tersebut.
3. Aliran data ke proses dan keluar sebagai output keterangan aliran data berbeda.

e. Diagram Level n merupakan hasil pengembangan dari Context Diagram ke dalam komponen yang lebih detail tersebut disebut dengan top-down partitioning. Jika kita melakukan pengembangan dengan benar, kita akan mendapatkan DFD-DFD yang seimbang. Diagram ini merupakan dekomposisi dari diagram level zero.
Caranya :
1. Tentukan proses yang lebih kecil (sub-proses) dari prosesutama yang ada di level zero.
2. Tentukan apa yang diberikan/diterima masing-masing subproses ke/dari sistem dan perhatikan konsep keseimbangan.
3. Apabila diperlukan, munculkan data store (transaksi) sebagai sumber maupun tujuan alur data.
4. Gambarkan DFD level Satu
- Hindari perpotongan arus data.
- Beri nomor pada masing-masing sub-proses yang menunjukkan dekomposisi dari proses sebelumnya. Contoh : 1.1, 1.2, 2.1

f. Diagram Detail (Rinci) merupakan pengembangan dari Diagram Level n yang memuat keseluruhan proses dalam sistem. Dalam diagram ini, semua proses digambarkan secara rinci dan detail. Dalam Diagram ini pula dapat terlihat dengan jelas semua distribusi data dalam sistem.

pembuatan DFD

a. Pemberian Nomor pada diagram level n dengan ketentuan sebagai berikut :
- Setiap penurunan ke level yang lebih rendah harus mampu merepresentasikan proses tersebut dalam sepesifikasi proses yang jelas. Sehingga seandainya belum cukup jelas maka seharusnya diturunkan ke level yang lebih rendah.
- Setiap penurunan harus dilakukan hanya jika perlu.
- Tidak semua bagian dari sistem harus diturunkan dengan jumlah level yang sama karena yang kompleks bisa saja diturunkan, dan yang sederhana mungkin tidak perlu diturunkan. Selain itu, karena tidak semua proses dalam level yang sama punya derajat kompleksitas yang sama juga.
- Konfirmasikan DFD yang telah dibuat pada pemakai dengan cara top-down.
- Aliran data yang masuk dan keluar pada suatu proses di level n harus berhubungan dengan aliran data yang masuk dan keluar pada level n+1. Dimana level n+1 tersebut mendefinisikan sub-proses pada level n tersebut.
- Penyimpanan yang muncul pada level n harus didefinisikan kembali pada level n+1, sedangkan penyimpanan yang muncul pada level n tidak harus muncul pada level n-1 karena penyimpanan tersebut bersifat lokal.
- Ketika mulai menurunkan DFD dari level tertinggi, cobalah untuk mengidentifikasi external events dimana sistem harus memberikan respon. External events dalam hal ini berarti suatu kejadian yang berkaitan dengan pengolahan data di luar sistem, dan menyebabkan sistem kita memberikan respon.

b. Jangan menghubungkan langsung antara satu penyimpanan dengan penyimpanan lainnya (harus melalui proses).
- Jangan menghubungkan langsung dengan tempat penyimpanan data dengan entitas eksternal / terminator (harus melalui proses), atau sebaliknya.
- Jangan membuat suatu proses menerima input tetapi tidak pernah mengeluarkan output yang disebut dengan istilah “black hole”.
- Jangan membuat suatu tempat penyimpanan menerima input tetapi tidak pernah digunakan untuk proses.
- Jangan membuat suatu hasil proses yang lengkap dengan data yang terbatas yang disebut dengan istilah “magic process”.
- Jika terdapat terminator yang mempunyai banyak masukan dan keluaran, diperbolehkan untuk digambarkan lebih dari satu sehingga mencegah penggambaran yang terlalu rumit, dengan memberikan tanda asterik ( * ) atau garis silang ( # ), begitu dengan bentuk penyimpanan.
- Aliran data ke proses dan keluar sebagai output keterangan aliran data berbeda.


Apa yang dimaksud dengan Sistem Berjalan

Sistem Berjalan adalah sistem yang sedang digunakan atau sedang berjalan dalam perusahaan.

Apa yang dimaksud dengan Diagram Nol

Diagram nol adalah diagram yang menggambarkan proses dari data flow diagram. Diagram nol memberikan pandangan secara menyeluruh mengenai sistem yang ditangani, menunjukkan tentang fungsi-fungsi utama atau proses yang ada, aliran data, dan eksternal entity. Pada level ini sudah dimungkinkan adanya/digambarkannya data store yang digunakan.

Berikan Contoh bentuk – bentuk dari Data Flow

a. Diagram Alur Data Fisik (DADF)
DADF lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang ada (sistem yang lama). Penekanan dari DADF adalah bagaimana prosesproses dari sistem diterapkan (dengan cara apa, oleh siapa dan dimana), termasuk proses-proses manual.


b. Diagram Alur Data Logika (DADL)
DADL lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang akan diusulkan (sistem yang baru). Untuk sistem komputerisasi, penggambaran DADL hanya menunjukkan kebutuhan proses dari system yang diusulkan secara logika, biasanya proses-proses yang digambarkan hanya merupakan proses-proses secara komputer saja.





Apa yang dimaksud dengan Miracle
Proses menghasilkan output tetapi tidak pernah menerima input. Kesalahan ini disebut dengan miracle (ajaib), karena ajaib dihasilkan output tanpa pernah menerima input.



1 komentar:

  1. Alder Stainless Steel - Titanium Art
    Made by TITONICART LLC - All natural stainless steel. All natural titanium steel pieces fit titanium bohr model perfectly into the frame. Our titanium dive knife premium titanium sheet metal quality finish provides $49.99 everquest: titanium edition · ‎In stock titanium glasses frames

    BalasHapus